• Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
  • Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis. Ne malorum ceteros feugait quo, ius ea liber offendit placerat, est habemus aliquyam legendos id.
Mohon maaf bila ada kesalahan penulisan / ® (copyright) yang kurang benar. Blog ini masih dalam proses renovasi
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan

0 Mengenal Perangkat Wireless RT-RW Net

Januari 02, 2010 Label:

Banyaknya pertanyaan yang diajukan ke penulis mengenai panduan peralatan yang dibutuhkan membuat RT RW Net, mendorong kami menuliskannya dalam blog ini,
pertama yang anda siapkan, adalah bahwa anda sudah memiliki koneksi internet Unlimited di tempat atau rumah yang akan dijadikan sebagai pemancar Wireless LAN(WLAN) anda.
Peralatan yang dibutuhkan antara lain :
1. Access Point
Fungsi Access Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal(ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya. 2. Antena Omni

Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meski ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.
Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.
3. Box Access Point

Untuk melindungi access point anda, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini memang harus diletakkan persis di bawah antena.
4. Kabel Pigtail/Kabel Jumper





Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal(loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.

5. POE (Power Over Ethernet)
Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk “menghidupkan” access point maka anda memerlukan alat “POE” ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.
6. Kabel UTP/STP

Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.
7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)
Sebagai pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian(grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.
8. Tower


Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik.
## PERANGKAT CLIENT WLAN ##
Pada sisi client, untuk menangkap sinyal dari “antena omni” anda maka perangkat client sbb :
1. Untuk Client yang jaraknya dari tempat pemancar kurang dari 1 KM, lebih ekonomis jika menggunakan wajan bolic, dimana pada perangkat tersebut biasanya sudah dilengkapi dengan USB Wifi, yang disambungkan dengan kabel UTP plus kabel extended USB, jadi langsung anda bisa menancapkannya ke komputer.2. Apabila jarak client lebih dari 1 KM, anda membutuhkan 2 perangkat, pertama, access point dan kedua antena eksternal pengarah atau type grid untuk menangkap sinyal dari pemancar anda. Berikut rekomendasinya :
- Jarak 0-1 KM, pakailah wajan bolic lebih ekonomis
- Jarak 1-2 KM, Akses poin merk Edimax/Minitar/Linksys, antenanya anda bisa
pakai Yagi atau Backfire
- Jarak 2-3 KM, Akses poin merk Edimax/Minitar/Linksys, antena Grid 24db
- Jarak 3-10 KM. Akses poin merk Senao SL2611/Mikrotik, antena Grid 24db
- Jarak 10 KM lebih, Akses poin merk Senao ECCB3220/Mikrotik, antena Grid
24db.

Tip Wifi Outdoor Pra Instalasi

Kami Suguhkan Tip Wifi outdoor yang efektif agar titik-titik yang dihubungkan bisa terjalin koneksi dengan baik, ada 3 faktor yang mempengaruhi keberhasilan koneksi :
1. Akses Poin yang berkualitas
2. Antena yang memadai
3. Interferensi/noise/hambatan yang minimal
Sebelum anda melakukan instalasi wifi, pastikan anda melakukan survey terlebih dahulu, antara lain yang perlu diamati :
1. Jarak antara titik-titik yang mau dihubungkan, tepatnya berapa Kilometer(jarak udara), semakin jauh jarak maka output power dari akses poin harus semakin besar, demikian juga antena harus bertambah besar gainnya(nilai db nya)
2. Pastikan diantara titik yang mau dihubungkan ada atau tidaknya penghalang, misal gedung, menara, pohon dll. Kalau ada penghalang, amati berapa meter ketinggiannya. Hal ini untuk menentukan berapa ketinggian dari tower yang akan kita bangun nantinya, karena antara kedua titik atau lebih, jangan ada penghalang, pada prinsipnya kedua antena harus saling melihat, jika ada penghalang, jelas tidak bisa terjalin koneksi.
3. Amati antara titik yang mau dihubungkan ada interferensi gelombang wifi yang lain atau tidak, jika ada anda harus mencatat channel berapa saja yang digunakan dan yang belum digunakan, ini untuk menentukan channel yang akan anda gunakan nantinya, anda bisa menggunakan software scanning netstumbler under Windows atau Wifi Radar dan Airsnort yang under Linux, juga anda bisa mengamati kekuatan signal dari jaringan-jaringan wifi yang ada, hal ini berguna untuk memastikan kapasitas dari antena dan akses poin yang dibutuhkan nantinya, semakin padat interferensi, semakin tinggi pula gain dari antena dan akses poin yang harus digunakan.

TIP MENGHIDARI INTERFERENSI


Tip wifi kali ini menyajikan, interferensi atau Noise yang merupakan pengganggu yang terberat dalam dunia wifi. Noise atau interferensi adalah sesama sinyal gelombang radio juga yang beroperasi pada frekuensi, interval dan area yang sama, akibatnya device client akan mengalami error saat menerjemahkan kode informasi yang sama, ibaratnya saat kita ngobrol dengan teman kita di tempat sepi dibandingkan ngobrol di warung kopi yang ramai gelak tawa.
Interferensi bisa menurunkan kinerja akses poin dalam memancarkan dan menerima sinyal, akses poin akan kehilangan gain, beberapa db bisa hilang, akibatnya terjadi error pada bit-bit informasi yang sedang dikirim, dan client penerima menemukan error tersebut sehingga menyebabkan delay atau penundaan pengiriman meski juga akan dikirim lagi data-data yang error, so karena itu mestinya kita harus melakukan penghematan gain yang kita miliki. Interferensi bisa juga berupa sinyal bluetooth, telepon tanpa kabel(Cordless), Microwave, bahkan perangkat motor elektrik pun menghasilkan noise, juga alam pun menghasilkan noise juga seperti hujan lebat, pepohonan, dan matahari(dalam skala yang kecil).
Jadi perhitungkan secara cermat jika anda melakukan instalasi wifi, baik indoor maupun outdoor, hindari atau kalau bisa hilangkan benda-benda yang menghasilkan interferensi besar, ingat kita harus melakukan penghematan gain yang kita punya, anda juga harus memperhitungkan channel yang akan dipakai sebaiknya pakai channel yang belum digunakan, tapi apabila channel sudah terpakai semua, anda bisa merubah polarisasi antena(mengubah kedudukan antena). Jika ternyata masalah interferensi tidak terelakkan lagi, maka sebaiknya anda mempertimbangkan menggunakan device wifi yang berbeda pita frekuensinya.

Anda membutuhkan Jasa Penerjemahan Bahasa Inggris dan Jepang yang handal, ini solusinya yang tepat buat anda.
Read more

0 Jaringan Komputer 3

November 08, 2009 Label:
Topologi
Unsur yang menentukan jenis suatu LAN atau MAN adalah :
• Topologi
• Media Transmisi
• Teknik Medium Access Control
TOPOLOGI
Topologi menunjuk pada suatu cara dimana end system atau station yang dihubungkan ke jaringan saling diinterkoneksikan.
Gb1
Gambar 1. Topologi Jaringan Komputer
A. BUS dan TREE
• Konfigurasi : multipoint. Terdapat lebih dari dua device yang dikoneksikan ke medium dan semuanya dapat mengirimkan sinyal pada medium tersebut.
• Transmisi dari satu station akan dirambatkan sepanjang media transmisi dalam dua arah dan dapat diterima oleh semua station lain
• Diujung bus dipasang suatu terminator, yang menyerap signal, membuangnya dari bus
• Terdapat 2 masalah terhadap struktur bus tersebut :
– Oleh karena sebuah transmisi satu station dapat diterima oleh semua station, maka perlu adanya suatu mekanisme yang mengidentifikasikan untuk siapa transmisi yang dimaksud.
– Dibutuhkan suatu mekanisme untuk mengatur transmisi. Misalnya : jika ada dua station pada bus mencoba untuk mengirimkan pada saat yang sama, signal mereka akan overlap dan menjadi rusak. Contoh lain adalah jika ada satu station memutuskan untuk mengirim secara kontinu untuk satu waktu yang lama.
Ada solusi :
– station mengirimkan data dalam ukuran blok kecil (frame).
– setiap frame berisi data yang ingin dikirimkan
– setiap frame terdapat header yang berisi informasi kontrol
– setiap station pada bus diberi alamat unik
– alamat tujuan disimpan dalam header frame
• Jika pada saat yang sama terdapat dua atau lebih station yang melakukan pengiriman, ada dua pendekatan mekanisme yang dapat digunakan :
– Multidrop line, dimana akses ditentukan oleh polling dari station pengontrol. Station pengontrol mungkin mengirim data ke sembarang station lain atau memberikan pollinG ke suatu station tertentu untuk meminta response.
– Signal balancing, ketika dua station bertukar data melalui satu sambungan, kekuatan signal transmitter harus diatur dalam suatu batasan yang tepat. Signal harus cukup kuat sehingga setelah mengalami pelemahan selama pengiriman, signal tetap dapat diterima dengan kekuatan signal minimal yang dibutuhkan. Namun kekuatan signal juga tidak boleh melebihi batas maksimal dari penerima. Hal ini sulit untuk diimplementasikan pada multipoint.
• Baseband Coaxial Cable
– transmisi bidirectional
– signal digital, semua bandwidth digunakan
– topologi bus
• Broadband Coaxial Cable
– transmisi Unidirectional
– signal analog (membutuhkan RF modem)
– memungkinkan FDM – multiple data channel
– Bus atau tree topology
– Jarak bisa mencapai 10 Km
– Konfigurasi : Dual dan Split digunakan untuk dapat memberikan transmisi 2 arah. Pada topologi tree, terdapat headend. Setiap station akan mengirimkan dengan satu arah ke headend (inbound) dan akan menerima dari headend (outbound).
– Dual-cable : inbound dan outbound masing-masing menggunakan kabel yang berbeda
– Split : inbound dan outbound menggunakan dua frekuensi yang berbeda, frek. inbound dan frek. Outbound
• Optical Fiber Bus
– Dibutuhkan active dan passive tap.
– Active tap : sebagai repeater, seperti rantai point-to-point
– Passive tap : untuk mengambil signal dari media transmisi dan diteruskan ke node.
– Optical Bus dapat dikonfigurasikan loop bus atau Dual-bus (IEEE 802.6 DBDQ MAN)
B. RING
• LAN/MAN terdiri dari sekumpulan repeater yang dihubungkan dengan hubungan point-to-point dalam suatu “loop” yang tertutup
• Data ditransmisikan dalam 1 arah (unidirectional). Tiap station terhubung pada jaringan melalui suatu repeater dan mengirim data ke jaringan lewat
repeater tersebut.
• Data ditransmisikan dalam format FRAME.
• Berikut adalah topologi Token Ring :
• Dibutuhkan 3 operasi : data insertion (transmition packet data), data reception (receiving packet
data) dan data removal (absorb signal). Semuanya dilakukan oleh repeater.
• Sehingga tiap repeater memiliki fungsi sebagai
berikut :
– Berperan sebagai penunjang fungsi yang sesuai untuk ring dengan melewatkan semua data yang datang
– Memberikan access point untuk station agar dapat mengirim dan menerima data
• Ada 3 state pada tiap repeater ring :
– Listen state : selama penerimaan bit, repeater juga melakukan modifikasi pada bit yang diterima dan diteruskan kembali (dibutuhkan 1 bit delay).
– Transmit state: jika station hendak mengirim, maka repeater akan mengirimkannya melalui outgoing link.
– Bypass state, bit dikuatkan dan langsung diteruskan ke repeater berikutnya
• Keuntungan Ring, karena adanya point-to-point antar repeater maka :
– Memudahkan dalam pemeliharaan
– Implementasi kabel fiber optik sangat dimungkinkan
– Bisa lebih jauh daripada bus
• Kelemahan Ring :
– Jika ada satu hubungan antar repeater putus, maka satu jaringan akan mati
– Jika ada satu repeater mati, jaringan mati
C. STAR
• Setiap station terkoneksi langsung ke central node
• Ada 2 pendekatan terhadap operasi yang dapat dilakukan oleh centra node :
– beroperasi pada model broadcast. Dalam hal ini secara fisik adalah star, namun secara logika adalah bus
– bertindak sebagai frame switching. Frame yang diterima central node akan dibuffer oleh central node dan akan dikirim pada tujuannya.
PEMILIHAN TOPOLOGI
Tergantung pada beberapa faktor, termasuk reliability, expandibility, dan performance.
Pemilihan ini merupakan bagian dari tugas perancangan suatu LAN :
a. Topologi bus/tree lebih flexible, lebih mudah untuk di layout
b. Topologi Ring memiliki potensi untuk menyediakan throughput
c. Topologi star akan cocok untuk jarak yang pendek
Faktor yang ikut serta dalam penentuan pemilihan media transmisi :
a. capacity : mendukung trafik network yang diharapkan
b. reliability : mencukupi kebutuhan untuk tersedianya jalur transmisi
c. types of data supported : disesuaikan dengan aplikasinya
d. Environmental scope : menyediakan layanan sepanjang jarak yang dibutuhkan
Dengan kata lain faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media transmisi, adalah biaya, kemudahan pemasangan dan pemeliharaan, kehandalan, kecepatan dan jarak.
Berikut beberapa hal yang dapat membantu dalam menentukan biaya dan sistem pengkabelan :
• Ukurlah panjang kabel sebenarnya
• Tentukan banyaknya simpul
• Evaluasi jenis data yang akan ditransmisikan
• Tetapkan prioritas : Biaya atau kecepatan?
• Perkirakan anggaran jaringan secara keseluruhan: 25 – 40 % dari total anggaran
• Buatlah perkiraan dengan mencari referensi minimal dari 3 vendor
Sumber:
1. Lily Wulandari (Universitas Gunadarma)
2. Melwin Syahrizal, S.Kom., M.Eng (AMIKOM Yogyakarta)
3. http://indrasufian.web.id/?cat=19
Read more

0 Jaringan Komputer 2

Label:
Dalam pembahasan awal ini, diharapkan pembaca dapat mengerti dan memahami tentang latar belakang, pengertian, tujuan dan manfaat jaringan komputer serta klasifikasi komputer menurut Andrew S. Tanembaum.
Pengantar
Komunikasi awalnya bergantung pada transportasi: jalan antar kota, antar provinsi/negara bagian kemudian antar negara/benua. Kemudian komunikasi dapat terjadi jarak jauh melalui telegraf (1844), telepon (1867), gelombang radio
elektromagnetik (1889), radio komersial (1906), televisi broadcast (1931), kemudian melalui televisi, dunia jadi lebih kecil karena orang dapat mengetahui dan mendapatkan informasi tentang yang terjadi di bagian lain dunia ini.
Dalam telekomunikasi, informasi disampaikan melalui sinyal. Sinyal ada dua macam:
1. Digital: secara spesifik mengacu pada informasi yang diwakili oleh dua keadaan 0 atau 1. Data digital dikirimkan dengan diwakili dua kondisi saja yaitu 0 dan 1.
2. Analog: sinyal yang terus menerus dengan variasi kekuatan dan kualitas. Misalnya suara, cahaya dan suhu yang dapat berubah-ubah kekuatannya dan kualitasnya. Data analog dikirimkan dalam bentuk yang berkelanjutan, sinyal elektrik berkelanjutan dalam bentuk gelombang.
Televisi, telepon dan radio adalah teknologi telekomunikasi yang menggunakan sinyal analog, sedang komputer menggunakan sinyal digital untuk transfer informasi. Namun saat ini sinyal digital juga digunakan untuk suara, gambar dan gabungan keduanya.
Di sisi lain, komputer yang awalnya dimanfaatkan sebagai mesin penghitung dan pengolah data, digunakan sebagai alat komunikasi sejak adanya jaringan komputer.
Latar Belakang
Pada masa mainframe berkembang, semua komputasi terpusat pada satu mesin besar yang di dalamnya terkonfigurasi banyak prosesor dan memory yang besar dengan mekanisme sharing memory dan sharing prosesor.
Dari mainframe tersebut terhubung beberapa terminal yang hanya berfungsi sebagai input dan output. Tidak ada prosesing pada terminal tersebut. Ini yang disebut dumb terminal.
Sejalan dengan berkembangan teknologi chip, perkembangan komputer pun berubah. Muncullah Personal Computer (PC) yang mampu melakukan operasi di komputer itu sendiri tanpa membutuhkan komputer lain.
Dari PC, selain aplikasi desktop yang ada, kemudian berkembang kebutuhan untuk mengembangkan berbagai aplikasi yang dapat menghubungkan para pemakai dari PC tersebut.
Pengertian
sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Dua buah komputer dapat dikatakan terinterkoneksi jika keduanya dapat saling bertukar informasi.
Tujuan Jaringan Komputer
1. Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk
2. Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
3. Akses informasi: contohnya web browsing
Manfaat Jaringan Komputer
1. Resource sharing: Dapat Saling bagi dan dapat bertukar data antar sistem Jaringan Komputer “share” :
• Data : Pertukaran informasi (graphics, voices,
video, data, etc)
• Software : applikasi-aplikasi
• Hardware : Printer, scanner, fax, modem,
peralatan hardware yang lain
2. Menghemat uang: Dapat saling bagi pemakaian resources yang mahal
3. Reliabilitas tinggi: dapat memiliki sumber-sumber alternatif persediaan
4. Skalabilitas, memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja sistem secara berangsur-angsur sesuai dengan beban pekerjaan dengan hanya menambah sejumlah prosesor.
5. Medium komunikasi, mampu menjadi media komunikasi antar personal yang terlibat dalam satu sistem yang menggunakan jaringan komputer
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan
(service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server).
Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Klasifikasi Jaringan Komputer
Menurut Andrew S. Tanembaum, jaringan komputer diklasifikasikan dalam kelompok teknologi transmisi sebagai berikut
1. jaringan broadcasting
memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan.
Pesan berukuran kecil, yang disebut paket, yang dikirim satu mesin dan diterima mesin lainnya. Dalam tiap paket tersimpan beberapa informasi, antara lain alamat pengirim, alamat yang dituju, ukuran dan pesan itu sendiri.
Beberapa bentuk operasinya :
– unicasting, satu mesin mengirim paket yang ditujukan pada satu mesin khusus, sedangkan mesin lain tidak
akan memproses paket tersebut, walaupun ikut ‘mendengar ’
– broadcasting, paket dialamatkan ke semua tujuan dengan memberikan tanda khusus pada alamat yang dituju.
– multicasting, paket dialamatkan pada suatu subset mesin.
2. haringan point-to-point
terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin.
Sebagai pegangan umum, jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cenderung menggunakan
broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar umumnya menggunakan point-to-point.
sumber :
1. http://lily.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5219/Pengenalan+Jaringan+Komputer_UG+week1.pdf
2. http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Jaringan_Komputer.pdf
Read more

0 Jaringan Komputer 1

Label:
KONSEP DASAR TCP/IP
DASAR ARSITEKTUR TCP/IP
- Pada dasarnya komunikasi data merupakan proses pengiriman data dari satu komputer ke komputer yang lain.
- Untuk dapat mengirimkan data, pada komputer harus ditambahkan alat khusus, yang dikenal sebagai network interface (interface jaringan).
- Dalam proses pengiriman data ini terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan:
1. data harus dapat dikirimkan ke komputer yang tepat
2. harus sesuai tujuannya
3. data harus dalam keadaan utuh tanpa kerusakan (kerusakan data dapat terjadi jika ada interferensi sinyal dari luar atau komputer tujuan berada jauh secara jaringan).
Karenanya perlu ada mekanisme yang mencegah rusaknya data ini, dan dibuatlah beberapa aturan yang saling bekerja sama satu sama lainnya.
Sekumpulan aturan untuk mengatur proses pengiriman data ini disebut sebagai protokol komunikasi data.
Protokol ini diimplementasikan dalam bentuk program komputer (software) yang terdapat pada komputer dan peralatan komunikasi lainnya.
TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang didesain untuk melakukan fungsi-fungsi komunikasi data. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer TCP/IP, seperti terlihat pada gambar di bawah ini:
tcpip
Gambar 1. Arsitektur TCP/IP
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
NETWORK INTERFACE LAYER, bertanggung-jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik.
INTERNET LAYER: proses pengiriman paket ke alamat yang tepat.
TRANSPORT LAYER: mengadakan komunikasi antara dua host / komputer.
APPLICATION LAYER: pada layer inilah terletak semua aplikasi yang menggunakan protokol tcp/ip ini.
layer
PROTOKOL ARP, RARP DAN ICMP
ARP : ADDRESS RESOLUTION PROTOCOL
secara internal ARP melakukan resolusi address tersebut dan ARP berhubungan langsung dengan data link layer.
ARP mengolah sebuah tabel yang berisi IP address dan ETHERNET address.
tabel ini diisi setelah ARP melakukan request (broadcast) ke seluruh jaringan.
RARP: REVERSE ADDRESS RESOLUTION PROTOCOL
RARP digunakan oleh komputer yang belum mempunyai nomor IP.
pada saat komputer dihidupkan (power on), maka komputer tersebut melakukan broadcast ke jaringan untuk menanyakan apakah ada server yang dapat memberikan nomor IP untuk dirinya.
paket broadcast tersebut dikirim beserta dengan MAC address dari si pengirim.
ICMP: INTERNET CONTROL MESSAGE PROTOCOL
ICMP diperlukan oleh Internet Protocol (IP) untuk memberikan informasi tentang error yang terjadi antara host.
beberapa laporan yang disampaikan oleh ICMP antara lain :
1. Destination unreachable, terjadi jika host, jaringan, port atau protokol tertentu tidak dapat dijangkau.
2. Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena Time To Live (TTL) habis.
3. Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktert dimana kesalahan terdeteksi.
4. Source Quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena batasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.
5. Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang lebih tepat untuk menerima datagram tersebut.
6. Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan data antara host.
KOMPONEN FISIK DALAM JARINGAN TCP/IP
REPEATER
Fungsi utama dari repeater adalah menerima sinyal dari satu segmen kabel lan dan memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau lebih) kabel lan yang lain.
Dengan adanya repeater ini, jarak antara dua jaringan komputer bisa diperjauh.
BRIDGE
Bridge bekerja dengan meneruskan paket ethernet dari satu jaringan ke jaringan yang lain.
Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda dan/atau medium access control yang berbeda.
SWITCH
Switch berfungsi sama dengan Bridge, Switch adalah pengembangan Bridge.
Pada awalnya Bridge diimplementasikan dengan basis software (software based), sedangkan Switch menggunakan implementasi hardware dalam bentuk ASIC (Application Specific Integrated Circuit).
HUB
Fungsi HUB sama halnya dengan fungsi Switch, hanya saja Switch punya kelebihan-kelebihan tertentu dibandingkan dengan HUB.
ROUTER
Router memiliki kemampuan melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN (Local Area Network).
ETHERNET
Ethernet Card adalah interface yang merupakan sebuah card yang terhubung ke card yang lain ke ethernet hub dan kabel utp atau hanya menggunakan sebuah kabel bnc yang diterminasi di ujungnya.
BNC
BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet).
SMTP
SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.
Protokol ini timbul karena desain sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung sementara sampai surat elektronik diambil oleh penerima yang berhak.
FTP (File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.
HTTP (Hypertext Transfer Protocol lebih sering terlihat sebagai http) adalah protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen.
TCP
Transmission Control Protocol (TCP): adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable).
TCP memiliki karakteristik berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu. Koneksi TCP ditutup dengan menggunakan proses terminasi koneksi TCP (TCP connection termination).
UDP
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
TCP/IP
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack
ICMP
Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.
ARP
Address Resolution Protocol disingkat ARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address).
ARP akan melakukan broadcast terhadap sebuah ARP Request Packet yang berisi seolah-olah “Siapa yang memiliki alamat IP www.xxx.yyy.zzz??”. Broadcast ini akan melakukan request terhadap MAC address dari komputer yang dituju. Host tujuan kemudian merespons dengan menggunakan ARP Reply Packet yang mengandung alamat MAC yang dimilikinya. Host yang melakukan request selanjutnya menyimpan pemetaan alamat IP ke dalam MAC Address di dalam Local ARP Cache secara sementara, siapa tahu nantinya akan diakses lagi di lain waktu.
ETHERNET, X25 & PPP
Ethernet adalah sistem jaringan yang dibuat dan dipatenkan perusahaan Xerox.
X.25 adalah sebuah protokol standar ITU-T untuk koneksi wide area network pada jaringan packet switdhed. Saat ini, X.25 banyak digunakan dalam proses transaksi kartu kredit dan mesin ATM.
Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link .
Sumber :
1. Ir. Sujoko Sumaryono, MT (UGM Yogyakarta)
2. Melwin Syahrizal, S.Kom., M.Eng (AMIKOM Yogyakarta)
Read more

0 Jaringan Komputer

Label:
PENGALAMATAN IP
KONSEP PENGALAMATAN IP
DENGAN MENENTUKAN IP ADDRESS, KITA MELAKUKAN PEMBERIAN IDENTITAS YANG UNIVERSAL BAGI SETIAP INTERFACE KOMPUTER.
SEBUAH IP ADDRESS SESUNGGUHNYA TIDAK MERUJUK KE SEBUAH KOMPUTER, TETAPI KE SEBUAH INTERFACE
IP Versi
IP Versi 6
Jumlah IP address yang sangat banyak: + 10 milyar
Autoconfiguration: mendapatkan IP address langsung dari router
Security: Protocol IPSec
Quality of Service: Protocol QoS
IP Versi 4
Terminologi IP
Beberapa istilah penting tentang Internet Protocol:
1. Bit, Satu bit sama dengan satu digit; bernilai 1 atau 0
2. Byte, satu byte sama dengan 7 atau 8 bit, bergantung apakah menggunakan parity. Untuk selanjutnya satu byte sama dengan 8 bit.
3. Octet, oktet terdiri dari 8 bit, yang merupakan bilangan biner 8 bit umumnya. Istilah byte dan octet bisa saling dipertukarkan.
4. Alamat Network, digunakan dalam routing untuk menunjukan pengiriman paket ke remote network- sebagai contoh 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0
5. Alamat Broadcast, Alamat yang digunakan oleh aplikasi dan host untuk mengirim informasi ke semua titik di dalam jaringan. Contoh 255.255.255.255 yang berarti semua jaringan, 172.16.255.255 yang berarti semua subnet dan host pada network 172.16.0.0; dan 10.255.255.255 yang berarti broadcast ke semua subnet dan host pada jaringan 10.0.0.0.
Format IP Adress
IP address merupakan sebuah bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda pemisah berupa titik setiap 8 bitnya
Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet
IP address sering ditulis sebagai 4 bilangan desimal untuk memudahkan pembacaan yang masing-masing dipisahkan oleh sebuah titik.
Setiap bilangan desimal tersebut merupakan nilai dari satu oktet (delapan bit) IP address.
Class Pada Jaringan
KONVERSI DESIMAL KE BINER
CONTOH : 224 BINER = 1110 0000
224 : 2 = 112 SISA 0
112 : 2 = 56 SISA 0
56 : 2 = 28 SISA 0
28 : 2 = 14 SISA 0
14 : 2 = 7 SISA 0
7 : 2 = 3 SISA 1
3 : 2 = 1 SISA 1
1
KONVERSI BINER KE DESIMAL
CONTOH : 224 BINER = 1110 0000
1 = 128
1 = 64
1 = 32
0 = 16
0 = 8
0 = 4
0 = 2
0 = 1 == 128 + 64 + 32 = 224
Sumber :
1. Melwin Syahrizal, S.Kom., M.Eng (AMIKOM Yogyakarta)
Read more
 
Ahmad Syaifuddin © 2010 | Designed by Blogger Hacks | Blogger Template by ColorizeTemplates